MANAJEMEN OPERASI GLOBAL
“WALMART CHINA’’
Disusun oleh:
1.Berlia Sambasari
2.Febrialinda Wahyu P
3.Mutiara Rahma
4.Wahyu Arie Wibowo
5.Yona Ermayanti Purwaningrum
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI BPD JATENG
TAHUN AJARAN 2017/2018
PRODI MANAJEMEN STIE BANK BPD JATENG
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Wal-Mart merupakan salah satu retailer terbesar di dunia. Wal-Mart yang memiliki tag line “Everyday Low Price” menganggap China adalah negara yang tepat untuk dijadikan sebagai pasar sekaligus basis supply chain produk-produk Wal-Mart. China memiliki banyak kelebihan jika dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya dalam upah buruh, regulasi pemerintah, dan kapasitas produksi perusahaan suplayer. Selain itu, China yang memiliki populasi terbesar di dunia menjadi pasar yang potensial bagi produk-produk Wal-Mart. Kultur masyarakat China yang menggemari harga murah menjadikan Wal-Mart sebagai retailer dengan angka penjualan nomor satu di China.
China diklaim sebagai pasar yang potensial bagi banyak MNCs termasuk Wal-Mart sehingga membuat Wal-Mart memperlakukan China sebagai negara paling istimewa. Hal ini terbukti dari Wal-Mart membuat berbagai kebijakan yang berada di luar standard perusahaan demi mempertahankan eksistensinya di China. Wal-Mart tidak melakukan hal ini pada negara lain yang juga menjadi host country-nya, seperti Bangladesh dan negara-negara Amerika Latin.
Wal-Mart memulai operasinya di China pada tahun 1989, yang dilatarbelakangi oleh rencana ekspansi Wal-Mart ke Asia setelah menjadi perusahaan retailer terbesar di Amerika Serikat, Mexico,Canada,dan Inggris.Tujuan pertama dan utama ekspansi Wal-Mart ke China adalah penetrasi pasar potensial yang sangat besar karena China memiliki penduduk terbesar di dunia. Pada perkembangannya sampai dengan tahun 2014, Wal-Mart memiliki lebih dari 200 store besar yang tersebar di 101 kota di seluruh China. Store ini pada awalnya dibangun di daerah sub-urban, sesuai dengan budaya Wal-mart yang membangun store-nya jauh dari pusat kota. Seiring berjalannya waktu, store Wal-Mart mulai memadati kota-kota besar di China karena permintaan pasar di level kelas menengah meningkat sangat tajam.
Selain membuka store yang berjumlah ratusan, Wal-Mart juga menggandeng para petani dan pengusaha manufaktur seperti pabrik garmen, plastik, dan sebagainya untuk menjadi suplayer Wal-Mart sebagai bentuk CSR atau tanggungjawab sosialnya nya. Kerjasama antara Wal-Mart dengan perusahaan lokal China membawa keuntungan besar bagi pertumbuhan ekonomi domestik China, karena masuknya modal asing di dalam perekonomian suatu negara akan menambah modal melalui pajak yang harus ditanggung perusahaan multinasional tersebut. Investasi langsung Wal-Mart berupa store yang berjumlah ratusan mampu menyerap tenaga kerja lokal sehingga permasalahan pengangguran dapat diatasi. Pemerintah China yang mulai kewalahan dengan ledakan jumlah penduduk dan penyediaan lapangan kerja diuntungkan dengan kehadiran Wal-Mart di negara tersebut.
Wal-Mart dengan segala mekanisme dan standardnya telah berhasil membuat pabrik penyuplai membatasi biaya produksi sehingga harga jual produk relative rendah,Walmart China berkomitmen untuk beroperasi secara bertanggung jawab dan membantu menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi rekan kerja, pelanggan dan komunitas tempatnya beroperasi.Sebagai bagian dari inisiatif pemberdayaan ekonomi perempuan global, Walmart China mendukung program pelatihan yang akan menyediakan 45.000 orang - banyak di antaranya perempuan Tionghoa - dengan keterampilan yang mereka butuhkan untuk mengejar karir di ritel pada akhir tahun 2016.
Kelestarian lingkungan telah menjadi bahan penting untuk melakukan bisnis secara bertanggung jawab dan berhasil. Sebagai peritel terbesar di dunia, tindakan Wal-Mart berpotensi menghemat uang pelanggan dan membantu memastikan dunia yang lebih baik bagi generasi yang akan datang.
1.2.Rumusan Masalah
MOG walmart china6Mog walmart china
MOG walmart china6Mog walmart china
- Bagaimanakah sejarah berdirinya Walmart China
- Bagaimanakah implementasi CSR yang dilakukan oleh Walmart China ?
- Bagaimanakah keterkaitan antara Corporate Social Responsibility dengan strategi operasi berkelanjutan ?
- Bagaimanakah strategi operasi Walmart China dalam aspek pembelian,disribusi dan ritel ?
1.3.Tujuan
- Menjelaskan mengenai sejarah berdirinya Walmart China
- Menjelaskan mengenai implementasi CSR yang dilakukan oleh Walmart China
- Menjelaskan mengenai keterkaitan antara Corporate Social Responsibility dengan strategi operasi berkelanjutan
- Menjelaskan mengenai strategi operasi Walmart China dalam aspek pembelian,disribusi dan ritel
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1.Corporate Social Responsibility
Dalam penelitian Daniri (2007) disebutkan semenjak keruntuhan rezim diktatoriat Orde baru, masyarakat semakin berani untuk beraspirasi dan mengekspresikan tuntutannya terhadap perkembangan dunia bisnis. Masyarakat telah semakin kritis dan mampu melakukan kontrol sosial terhadap dunia usaha. Hal ini menuntut para pelaku bisnis untuk menjalankan usahanya dengan semakin bertanggungjawab.
Pelaku bisnis tidak hanya dituntut memperoleh keuntungan dari lapangan usahanya, melainkan juga diminta untuk memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan sosialnya. Perubahan pada tingkat kesadaran masyarakat memunculkan kesadaran tentang pentingnya melaksanakan apa yang kita kenal sebagai Corporate Social Responsibility.
Kepedulian sosial perusahaan terutama didasari alasan bahwasanya kegiatan perusahaan membawa dampak for better of worse, bagi kondisi lingkungan dan sosial-ekonomi masyarakat, khususnya untuk masyarakat disekitar perusahaan beroperasi. Alasannya mendasari mengapa program Corporate Social Responsibility dilaksanakan sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Waldman (2009) menyebutkan bahwa:
- Aktivitas Corporate Socia lResponsibility yang dijalankan sebagai pelayanan sukarela atau bersifat charity pada masyarakat di sekitar perusahaan.
- Kegiatan yang dilaksanakan sebagai upaya menjalin hubungan baik dengan anggota masyarakat sehingga dapat mengurangi effek negatif yang ditimbulkan karena keberadaan perusahaan.
- Tujuan program CSR berkaitan keberlanjutan jangka panjang perusahaan (long-term sustainability of a firm).
Branco dan Rodriguez (2007), Corporate Social Responsibility merupakan upaya perusahaan untuk meningkatkan kepedulian terhadap masalah sosial dan lingkungan dalam kegiatan usaha dan juga pada cara perusahaan berinteraksi dengan stakeholder yang dilakukan secara sukarela.Tanggungjawab sosial perusahaan diartikan sebagai komitmen bisnis untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan, bekerja dengan para karyawan perusahaan, keluarga karyawan, dan masyarakat setempat (local) dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan.
Mapisangka (2009) mengungkapkan bahwa implementasi program CSR merupakan realisasi dan aktualisasi dari upaya perusahaan untuk terus dekat dengan masyarakat, sedangkan menurut Budimanta (2008) CSR pada dasarnya merupakan suatu elemen yang penting dalam kerangka sustainability yang mencakup aspek ekonomi, lingkungan dan sosial budaya yang merupakan proses penting dalam pengelolaan biaya dan keuntungan kegiatan bisnis dengan stakeholders baik secara internal (pekerja, shareholders dan penanam modal) maupun eksternal (kelembagaan, pengaturan umum, anggota-anggota masyarakat, kelompok masyarakat sipil dan perusahaan lain).
CSR dapat dikelompokkan dalam dua indikator, yaitu biaya lingkungan dan biaya sosial. Biaya lingkungan adalah biaya yang berhubungan dengan pengendalian polusi yang diakibatkan oleh perusahaan, pencegahan atau perbaikan terhadap kerusakan lingkungan, konservasi alam dan pengungkapa lain yang berhubungan dengan lingkungan, sedangkan biaya sosial adalah biaya yang berhubungan dengan pemberian kompensasi kepada masyarakat sekitar perusahaan, seperti bantuan atas kesehatan (pemeriksaan kesehatan gratis, sunatan masal), bantuan pendidikan misalnya pemberian beasiswa bagi siswa yang berprestasi, dan bantuan untuk masyarakat dalam bentuk usaha kecil yang dilakukannya.
Prinsip CSRMenurut Crowther David (2008) dalam Hadi (2011) terdapat 3 prinsip CSR:
1. Sustainbility
Sustainability berkaitan dengan bagaimana perusahaan dalam melakukan aktivitatetap memperhitungkan keberlanjutan sumberdaya di masa depan. Keberlanjutan juga memberikan arahan bagaimana penggunaan sumberdaya sekarang tetap memperhatikan dan memperhitungkan kemampuan generasi masa depan. Sehingga sustainability berputar pada keberpihakan dan upaya bagaimana society memanfaatkan sumberdaya agar tetap memperhatikan generasi masa depan.
2. Accountability
Accountability merupakan upaya perusahaan terbuka dan bertanggungjawab atas aktivitas yang telah dilakukan. Akuntabilitas dibutuhkan ketka aktivitas perusahaan memengaruhi dan dipengaruhi lingkungan eksternal. Konsep ini menjelaskan pengaruh kuantitatif aktivitas perusahaan pada pihak eksternal dan internal (Crowther & David, 2008). Akuntabilitas dapat dijadikan sebagai media perusahaan dalam membangun image dan networkerhadap para pemangku kepentingan. Menurut Hadi (2009) tingkat keluasan dan keinformasian laporan perusahaan memiliki konsekuensi sosial maupun ekonomi. Tingkat akuntabilitas dan tanggungjawab perusahaan menentukan legitimasi stakeholder eksternal, serta meningkatkan transaksi saham perusahaan.
3. Transparency
Transparency merupakan prinsip penting bagi pihak eksternal. Transparansi bersinggungan dengan pelaporan aktivitas perusahaan berikut dampak terhadap pihak eksternal. David (2008) menyatakan Transparency, as a principle, means that the external impact of the actions of the organization can be ascertained from that organization’s reporting and pertinent facts or not disguised within that reporting. .....the effect of the action of the organization including external impact, should be apparent to all from using the information provided by the organization’s reporting mechanism Artinya,prinsip transparansi berarti dampak eksternal dari aktivitas organisasi dapat diketahui dari pelaporan organisasi dan tidak ada fakta yang disembunyikan dalam pelaporan tersebut. Dampak eksterna organisasi harus jelas bagi semua pihak, dengan menggunakan informasi yang berasal dari mekanisme pelaporan organisasi tersebut. Transparansi merupakan satu hal yang amat penting bagi pihak eksternal, berperan untuk mengurangi asimetri informasi, kesalahpahaman, khususnya informasi dan pertanggungjawaban berbagai dampak pada lingkungan
Manfaat Corporate Social Responsibility
Wibisono (2007) mengungkapkan bahwa ada beberapa manfaat CSR bagi perusahaan, yaitu antara lain :
- Mempertahankan dan mendonngkrak reputasi serta citra merek perusahaan.
- Mendapatkan lisensi untuk beroperasi secara sosial.
- Mereduksi risiko bisnis perusahaan.
- Melebarkan akses sumber daya bagi operasional perusahaan.
- Membuka pasar yang lebih luas.
- Mereduksi biaya, misalnya terkait dampak pembuangan limbah.
- Memperbaiki hubungan dengan stakeholders dan regulator.
- Meningkatkan semangat dan produktivitas karyawan.
- Peluang untuk mendapatkan penghargaan.
2.2.Strategi
Siagian (2004), mendifinisikan bahwa strategi ialah suatu serangkaian keputusan dan tindakan mendasar yang dibuat oleh manajemen puncak dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi tersebut.
A.Halim,strategi merupakan suatu cara dimana sebuah lembaga atau organisasi akan mencapai tujuannya sesuai peluang dan ancaman lingkungan eksternal yang dihadapi serta kemampuan internal dan sumber daya.
2.3.Strategi Operasi
Hayes dan Wheel Wright [1978]Mendefinisikan strategi operasional sebagai seluruh aktivitas yang berada dalam ruang lingkup perusahaan termasuk pengalokasian seluruh sumber daya perusahaan yang dimiliki
Hill [1989]Strategi adalah sebuah cara yang memfokuskan pada suatu hal yang berkaitan dengan aktivitas manufakture dan pemasaran. Kesemuanya dilakukan untuk mengembangkan perspektif perusahaan melalui agregasi
Anderson et al [1984]Strategi Operasional adalah visi jangka panjang yang terdiri dari misi, tujuan atau sasaran, kebijakan serta distintive competence dari suatu perusahaan.
Dari berbagai definisi mengenai strategi operasi diatas, dapat disimpulkan bahwa strategi operasi merupakan sebuah komitmen terhadap seluruh aktivitas yang telah direncanakan ataupun yang berada pada lingkup perusahaan. Aktivitas yang akan dijalankan oleh manajemen dengan memaksimalkan sebaik mungkin semua sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan.
Terdapat 4 Komponen Strategi Operasi :
1) misi (mission),
2) tujuan (objectives),
3) kemampuan khusus (distinctive competence)
4) kebijakan (policy)
Faktor yang mendorong perlunya strategi operasi :
- Dorongan oleh keinginan utk menekan biaya (efisiensi) & meningkatkan kualitas produk
- Melemahnya bargaining position dlm menghadapi suplier bhn baku,suku cadang/komponen.
- Saingan smkn kuat dlm pemasaran produk yg sama
- Ketiadaan/kelangkaan tenaga profesional u/bidang keahlian tertentu dlm menciptakan kemampuan khusus.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1.1. Sejarah Walmart
Sejarah bisnis Wal-Mart Inc tidak lepas dari kejeniusan Sam Walton. Sebab, di tangan alumnus Universitas Missouri, Columbia, inilah gurita ritel global betul-betul meraksasa.Didirikan pertama kali oeh Sam Walton dan toko pertamanya berada di Roger, Arkansas tahun 1962. 7 Tahun kemudian pendapatan dari penjualan mencapai $ 1 billion. Di akhir bulan Januari 2002, Toko Wal-Mart menjadi toko retail terbesar dengan penjualan $218 billion ( Achtmeyer, 2002 : 1)
Bermula dari pengalamannya bekerja bertahun-tahun pada perusahaan ritel Sears Robuck dan JC Penney, Walton memulai langkah bisnisnya. Dia membeli sebuah waralaba dan penyewaan di kawasan Pelabuhan Ben Franklin, Arkansas, yakni jaringan penjualan dari peritel lokal Butler Brother pada 1945.Hanya butuh tiga tahun, Walton mampu meningkatkan penjualan tahunan dari USD80.000 menjadi USD225.000. Naluri bisnis yang jenius telah memotivasi Walton untuk semakin mengembangkan jaringan bisnisnya. Hal itu dilakukannya saat membeli pusat perbelanjaan milik peritel Luther E Harrison di kawasan Bentonville, Arkansas, lima tahun kemudian (1950).
Sejak itulah, Walton mulai menamai jaringan pusat perbelanjaannya dengan sebutan Walton’s. Sebagai pebisnis berbakat, Walton betul-betul mampu membuktikan kapasitasnya dalam mengambil putusan bisnis yang menentukan. Dengan begitu, Walton dapat meningkatkan daya ekspansi roda bisnisnya. Hal ini dibuktikan Walton ketika tepat pada 1962, mampu mendirikan 11 jejaring bisnis ritelnya dengan pembukaan toko diskon Walmart pertama di Rogers, Arkansas.Jumlah jejaring bisnisnya semakin bertambah pada 1967, yakni menjadi 24 pusat perbelanjaan di seluruh negara bagian Arkansas. Perluasan ini menyumbangkan tingkat penjualan tahunan Walton’s 5&10 menjadi USD12,6 juta. Untuk lebih memperkuat citra jejaring bisnisnya, Walton mengubah nama Walton’s menjadi Wal-Mart pada 1967, tepatnya 31 Oktober 1969.
Perubahan ini tidak terlepas dari peran Bob Gogle, sang tangan kanan kepercayaan Walton dalam menjalankan bisnis ritelnya. Gogle mengusulkan penamaan dengan keyakinan bahwa ritel Walton akan mampu menjadi jaringan bisnis ritel yang kukuh. Ekspansi bisnis Walton semakin masif ketika pada 1968, Wal-Mart memperluas jejaring bisnisnya di luar wilayah negara bagian Arkansas, yakni Sikeston, Missouri, dan Claremore dalam wilayah negara bagian Oklahoma. Saham Perusahaan mulai diperdagangkan di pasar OTC pada tahun 1970 dan terdaftar pada New York Stock Exchange dua tahun kemudian.Ekspansi ke luar wilayah negara bagian Arkansas ini menambah jejaring bisnis pusat perbelanjaannya hingga 78 pusat perbelanjaan terhitung tahun 1974. Perkembangan teknologi selanjutnya cukup membantu perluasan bisnis Wal-Mart. Sebab dengan komputerisasi di berbagai pusat perbelanjaannya, tingkat penjualan Wal-Mart naik dari USD167,5 juta menjadi USD479 juta.
Selain itu, jumlah pusat perbelanjaannya juga bertambah banyak menjadi 153 buah. Bahkan, jumlahnya terus melonjak pesat menjadi 330 pusat belanja dengan tingkat penjualan USD1,2 miliar pada 1980. Lonjakan jumlah pusat perbelanjaan Wal-Mart meningkat lebih pesat lagi pada 1985 dan 1990. Walmart menjadi sebuah perusahaan internasional pada tahun 1991 ketika pertama kali membuka Sam’s Club di dekat Mexico City.Pertumbuhan Wal-Mart makin hari makin luar biasa. Pada 1989, Wal-Mart telah cukup mendominasi pasar penjualan kebutuhan konsumen di hampir 26 negara bagian AS, termasuk Michigan, West Virginia, dan Wyoming. Bahkan menginjak 1990, Wal-Mart juga merangsek pasar California, Nevada, North Dakota, Pennsylvania, South Dakota, dan Utah. Pasar luar negeri juga dibidik Wal-Mart.
Dimulai dengan dimasukinya pasar Mexico dengan membuka pertokoan Wal-Mart di kawasan Mexico City pada 1991. Hal ini terus berlanjut dengan dibukanya pertokoan Wal-Mart di Hong Kong dan Kanada pada 1994. Bahkan, untuk mengukuhkan jejaring bisnisnya, Wal-Mart mengakuisisi 122 pertokoan Woolco dan PACE yang memiliki 91 gudang penyimpanan barang dari Kmart di Kanada.
Ekspansi bisnis ke luar negeri semakin intensif dilakukan Wal-Mart. Pada 1995, Wal-Mart kembali membuka jaring pertokoannya di negara Argentina dan Brasil. Begitu juga di China pada tahun 1996 dengan dibukanya supercenter dan Sam's Club di Shenzhen.Ide dan upaya Walton membuat Wal-Mart menjadi salah satu perusahaan yang sudah berhasil mengubah dunia bisnis global. Ide toko ritel, toko diskon dan toko super yang ia gagas sudah mengubah dunia belanja dan konsumen. Kini perusahaan ini mempekerjakan lebih dari 2,1 orang mitra dan karyawan langsungnya. Toko-toko Wal-Mart melayani lebih dari 176 juta konsumen di seluruh dunia per tahun.
Visi dan Misi Walmart·
Visi
Visi Sam Walton bagi Walmart adalah memberi nilai bagi pelanggan dengan menerapkan strategi EDLP (Every Day Low Price) memberikan produk yang berkualitas tinggi dengan brand terkenal namun dengan harga termurah, dan tetap bertahan dalam perusahaan global yang mengarahkan perkembangannya kepada dunia. ·
Misi
Misi Walmart lebih mengarah pada para pelanggan dan anggota. Meskipun walmart ada di berbagai bagian negara, namun walmart tetap memberlakukan standar dan penghormatan yang sama pada setiap pelanggan.
Produk Walmart
1. makanan segar,
2. pakaian,
3. peralatan rumah tangga,
4. kelontong,
5. dll.
Peta Persebaran Walmart
3.2.Corporate Social Responsibility Walmart China
Sebagai warganegara korporat yang baik, Walmart China berkomitmen untuk membantu orang Tionghoa menjalani kehidupan yang lebih baik melalui inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) di tiga bidang utama: Pemberdayaan Ekonomi Perempuan, Keselamatan dan Nutrisi Pangan Anak, Keberlanjutan dan Komunitas. Walmart telah menyumbangkan dana dan dukungan senilai RMB 140 juta untuk organisasi amal dan kesejahteraan lokal sejak memasuki pasar China.
Beberapa program CSR di tiga bidang utama sejak 2010 adalah sebagai berikut :
1. Pemberdayaan Ekonomi Perempuan
Pada bulan September 2011, Walmart mengumumkan bahwa mereka akan memanfaatkan jaringan bisnis dan rantai pasokan global untuk memulai program baru untuk mempromosikan pemberdayaan ekonomi perempuan global dengan memberikan lebih banyak kesempatan pengembangan bagi perempuan dan dengan bekerja sama dengan para pemimpin dari pemerintah, LSM, Organisasi amal dan lingkaran akademis. Pada akhir 2016, program ini bertujuan untuk mencapai lima tujuan, diantaranya:
a. Meningkatkan sumber bisnis milik wanita;
b. Memberdayakan perempuan di peternakan dan di pabrik melalui pelatihan, akses pasar dan peluang berkarir;
c. Memberdayakan perempuan melalui pelatihan kerja dan pendidikan;
d. Meningkatkan keragaman gender di antara pemasok utama;
e. Membuat pemberian filantropi yang signifikan terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan
perempuan
Pada tanggal 8 Desember 2016, WEConnect China 2016 Marketplace diadakan di Shenzhen. Sebagai mitra global dan sponsor berlian WEConnect International, Walmart telah mendukung pasar ini selama lima tahun berturut-turut, dan telah bermitra dengan WEConnect International China untuk mengadakan kursus pelatihan mengenai kemampuan membangun perempuan, dengan akumulasi sumbangan lebih dari RMB 1,55 Juta di Cina. Tahun ini, Walmart China memimpin pemasok wanita, yang termasuk dalam proyek WOB (Bisnis Wanita), untuk menghadiri pasar ini, dan memberikan sesi pelatihan eksternal dan kesempatan untuk bertemu dengan perusahaan di hulu dan hilir rantai pasokan.
Pada tanggal 21 Juni, kursus penciptaan usaha baru melalui e-commerce untuk wanita Tionghoa dalam kemiskinan yang didedikasikan untuk bisnis ritel, yang merupakan bagian dari proyek Pelatihan Ritel yang didanai oleh Walmart Foundation, diluncurkan di Nanchang, Jiangxi. Proyek ini bertujuan untuk mewujudkan pengentasan kemiskinan yang berorientasi pada target sehingga lebih banyak perempuan pedesaan belajar dan menguasai e-commerce, yang merupakan keterampilan ritel online yang inovatif dan bahwa perempuan pedesaan dalam kemiskinan dapat mengambil manfaat dari proyek pengentasan kemiskinan ini melalui e-commerce.
Pada tanggal 3 Desember 2015, WEConnect 2015 Marketplace diadakan di Shanghai, dengan dukungan dan sumbangan dari Walmart. Sebagai mitra global WEConnect International, Walmart telah mendukung pasar ini selama empat tahun berturut-turut dengan akumulasi sumbangan sebesar RMB 1,10 juta untuk memberdayakan pengusaha wanita yang berpartisipasi yang mencari peluang kolaborasi pasar.
Pada 22 Oktober 2015, Walmart menyelenggarakan sebuah acara yang berjudul "Memberdayakan Wanita, Merangkul Masa Depan," untuk mengumumkan komitmen berkelanjutan terhadap inisiatif Pemberdayaan Ekonomi Perempuan (WEE) di China. Walmart China mengumumkan bahwa mereka akan terus mendukung @Her New Venture Project - Dana Bergulir Walmart untuk Program New Ventures Ibu, sebuah program yang diprakarsai oleh China Women's Development Foundation. Walmart juga mengumumkan akan meluncurkan Program Pelatihan Ritel Wanita Walmart (hanya disebut "Program Pelatihan Ritel Wanita). Pada akhir 2016, Walmart akan menyediakan total 91,3 juta RMB untuk sumbangan di China melalui program ini.
Pada tanggal 24 Oktober 2014, Walmart China mengumumkan sumbangan lain sebesar RMB 10 juta kepada China Women's Development Foundation (CWDF) untuk terus mendukung proyek CWDF "Revolving Fund for Mothers 'New Ventures" selama 3 tahun ke depan. Sumbangan tersebut akan digunakan untuk menyediakan dana dan dukungan teknis untuk keterlibatan perempuan dalam pertanian dan industri terkait di daerah-daerah miskin, membantu perempuan miskin menciptakan usaha dan mempromosikan industrialisasi dan keberlanjutan pertanian lokal.
2. Keamanan dan Nutrisi Makanan Anak
• Inisiatif Keamanan Pangan Anak Walmart China
Walmart akan melaksanakan program keamanan pangan anak-anak yang bekerja sama dengan Yayasan Anak dan Remaja China, yang merupakan bagian penting dari Kampanye Nasional Pengamanan Keamanan Pangan Anak. Ini dirancang untuk mempromosikan kesadaran akan keamanan makanan anak-anak dan memperbaiki perilaku dan kebiasaan anak-anak melalui pendidikan keamanan pangan pada anak-anak dalam bentuk "berjalan ke keluarga, sekolah dan masyarakat". Program ini akan diluncurkan secara resmi pada akhir 2016.
• Program Makanan Bergizi Walmart China
Walmart China selalu memperhatikan perbaikan kondisi gizi dan pertumbuhan anak yang sehat di China. Sejak 2011, Walmart bekerja sama dengan beberapa pemasok utama untuk meluncurkan kampanye "Love Relay" untuk mendukung program Makanan Bergizi, yang diprakarsai oleh China Foundation for Poverty Alleviation. Walmart berharap dapat meningkatkan komitmennya terhadap anak-anak di daerah yang dilanda kemiskinan dengan secara efektif meningkatkan kondisi dan kesehatan bergizi mereka.
Sejak 2011, Walmart China telah melakukan akumulasi sumbangan sebesar RMB 3,66 juta. Ke China Foundation untuk program Makanan Bergizi Kemiskinan. Sementara itu, Walmart China juga melibatkan pemasoknya dalam bentuk sumbangan sebesar RMB 541.000, sehingga total sumbangan Walmart dan pemasoknya mencapai RMB 4,2 juta. Jumlah sumbangan ini digunakan untuk menyediakan 1,3 juta porsi makanan bergizi kepada sekitar 5000 siswa di 21 sekolah dasar di Yunnan, Guizhou, Hunnan, Guangxi dan Hebei serta peralatan dapur yang memberi keuntungan 1700 siswa di 10 sekolah dasar di Yunnan, Guizhou, Hunnan dan Hebei.
Pada tanggal 2 September 2016, 26 relawan relawan Walmart dan perwakilan pemasok mengunjungi Sekolah Dasar Yifu Wanxiao, salah satu lokasi proyek program Makanan Bergizi yang bekerjasama dengan China Foundation for the Poverty Alleviation. Di Sekolah Dasar Yifu Wanxiao, para sukarelawan ini membagikan makanan bergizi kepada anak-anak sekolah, menguliahi kursus keamanan dan gizi makanan, dan melakukan permainan interaktif dengan anak-anak sekolah termasuk melukis gambar-gambar indah di dinding sekolah, memiliki permainan olahraga interaktif, dll
3. Keberlanjutan & Komunitas
• Inisiatif Keberlanjutan
Sambil memberikan layanan dan barang berkualitas yang lebih baik kepada pelanggan, Walmart secara aktif bahu memikul tanggung jawab sosial akan kelestarian dan perlindungan lingkungan. Walmart terus memperbaiki praktik keberlanjutan dalam operasinya di China yang akan memiliki keuntungan di seluruh rantai pasokan. Pada tahun 2005 Walmart meluncurkan Sustainability 360 Program yang menunjukkan bahwa keberlanjutan telah menjadi unsur penting bagi strategi globalnya, mempertahankan tujuan yang akan diberikan 100 persen oleh energi terbarukan; Menciptakan limbah nol; Dan menjual produk yang menopang orang dan lingkungan.
• inisiatif keberlanjutan utama Walmart di China meliputi:
Advokasi Konsumsi Berkelanjutan dengan China Chain Store & Franchise Association (CCFA)
dalam Roundtable Berkelanjutan
1. Renovasi hemat energi di toko
2. Perlindungan lingkungan dan advokasi konsumsi hijau
Pada Mar 2016, untuk mendorong penghematan energi dan keberlanjutan bagi masyarakat dan pelanggan, Walmart China berpartisipasi dalam kegiatan "Earth Hour". Semua toko Walmart China beroperasi dalam pencahayaan 1/3 selama satu jam pada tanggal 19 Mar. Ini juga merupakan pertama kalinya Walmart China memulai "Minggu Hemat Energi" dari tanggal 19 Mar sampai 25 Mar. Selama "Minggu Hemat Energi", Walmart Menempatkan poster untuk mengiklankan kepada pelanggan dan staf tentang penghematan energi dan perlindungan lingkungan, mendorong pelanggan untuk membeli lebih banyak item keberlanjutan di toko.
Dari tahun 2013 sampai 2015, Walmart China telah menginvestasikan sekitar 450 juta RMB untuk proyek energi penyimpanan, termasuk LED, HVAC, Heat Reclaim dan Ref Improv. Akumulasi energi yang tersimpan dalam 3 tahun adalah KWH 500million, setara dengan listrik yang dikonsumsi oleh lebih dari 105.000 keluarga dalam setahun, mengurangi emisi CO2 167000 ton.
Pada tanggal 11 Agustus 2015, Walmart China mengadakan acara peluncuran bertemakan "2015 Efisiensi Energi dan Karbon Rendah Memasuki Walmart" dan "Pekan Komunikasi Konsumsi 2015", untuk mendukung kegiatan bertema "Green Life, Wise Consumption", sebuah green Minggu komunikasi konsumsi berkelanjutan dimulai oleh Chinese Chain Store & Franchise Association (CCFA), WWF dan China Retail Sustainable Development Roundtable.
• Inisiatif Masyarakat
Walmart memiliki sejarah panjang keterlibatan masyarakat untuk memanfaatkan distribusi toko dan jumlah rekan yang luas, melibatkan rekan kerja dalam kegiatan sukarela termasuk merawat orang tua, anak-anak cacat dan anak-anak tertinggal. Walmart juga secara aktif terlibat dalam penanggulangan bencana dengan menyumbangkan uang tunai dan barang-barang tinta tepat pada waktunya ke daerah-daerah yang terkena bencana untuk membantu masyarakat setempat membangun ketahanan.
Pada tanggal 27 Oktober 2016, pada perayaan ulang tahun ke-20 Walmart China, perusahaan tersebut secara resmi mengumumkan pendirian Asosiasi Relawan Walmart China, yang berusaha memberikan lebih banyak kontribusi untuk kesejahteraan masyarakat sambil terus mengembangkan bisnisnya.
Pada tanggal 25 Oktober 2016, relawan relawan Walmart China melakukan kegiatan bertema "Bergandengan tangan dengan Walmart, Biarkan Kami Melayani Komunitas Kami" di Rumah Sakit Anak Shenzhen, membawa anak-anak yang sakit pengetahuan tentang makanan yang menarik. Acara ini juga menandai berakhirnya acara bertema "Relawan 20 Hours on Walmart China 20th Anniversary" ini sejak Mei 2016. Selama perjalanan ini, lebih dari 5300 relawan asosiasi di lebih dari 400 toko Walmart secara nasional menyumbangkan jam sukarela secara keseluruhan. Lebih dari 20.000
Pada tanggal 16 Agustus 2016, Walmart China dan Walmart Foundation membuat pengumuman bersama sumbangan sebesar RMB 2 juta kepada One Foundation mengenai bantuan bencana dan rekonstruksi pascabencana. Sumbangan ini akan digunakan untuk pembangunan enam pusat anak-anak di provinsi Hubei, Anhui dan Fujian, yang akan menyediakan layanan pendidikan dan konseling psikologis. Pusat anak-anak ini juga akan mendistribusikan lebih dari 3000 paket nutrisi beras dan minyak goreng serta 3000 perlengkapan kesehatan darurat kepada korban.
3.3,Hubungan Corporate Social Responsibility dengan Strategi Operasi Berkelanjutan
Operasi perusahaan tidak hanya esensi operasi bisnis saja tapi juga dukungan dari lingkungan sosial. Dengan tanpa CSR pun sebenarnya, korporasi yang baik harus bisa memperhatikan lingkungan sosialnya dan bertanggung jawab. Seperti kalau kita datang di suatu tempat, lingkungan sosial itu pasti paling terdampak terhadap operasi kita karena memang CSR merupakan bagian dari strategi operasi perusahaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Masih banyak perusahaan tidak mau menjalankan program-program CSR karena melihat hal tersebut hanya sebagai pengeluaran biaya (cost center). CSR memang tidak memberikan hasil secara keuangan dalam jangka pendek. Namun CSR akan memberikan hasil baik langsung maupun tidak langsung pada keuangan perusahaan di masa mendatang. Dengan demikian apabila perusahaan melakukan program-program CSR diharapkan keberlanjutan perusahaan akan terjamin dengan baik. Oleh karena itu, program-program CSR lebih tepat apabila digolongkan sebagai investasi dan harus menjadi strategi operasi dari suatu perusahaan.
Dengan masuknya program CSR sebagai bagian dari strategi operasi, maka akan dengan mudah bagi unit-unit usaha yang berada dalam suatu perusahaan untuk mengimplementasi kan rencana kegiatan dari program CSR yang dirancangnya. Dilihat dari sisi pertanggung jawaban keuangan atas setiap investasi yang dikeluarkan dari program CSR menjadi lebih jelas dan tegas, sehingga pada akhirnya keberlanjutan yang diharapkan akan dapat terimplementasi berdasarkan harapan semua stakeholder.
Heal dan Gareth (2004) melakukan penelitian tentang CSR, yang menunjukkan bahwa hasil penelitiannya tentang aktivitas CSR dapat menjadielemen yang mengunttungkan dalam strategi perusahaan, memberikan kontribusi kepada manajemen resiko dan memelihara hubungan yang dapat memberikan keuntungan jangka panjang bagi perusahaan.
CSR akan menjadi strategi operasi dalam perusahaan untuk menjaga atau meningkatkan daya saing melalui reputasi dan kesetiaan merek produk (loyalitas) atau citra perusahaan.Kedua hal tersebut akan menjadi keunggulan kompetitif perusahaan yang sulit untuk ditiru oleh para pesaing.Di lain pihak, adanya pertumbuhan keinginan dari konsumen untuk membeli produk berdasarkan kriteria-kriteria berbasis nilai-nilai dan etika akan merubah perilaku konsumen di masa mendatang. Implementasi kebijakan CSR adalah suatu proses yang terus menerus dan berkelanjutan. Dengan demikian akan tercipta satu ekosistem yang menguntungkan semua pihak (true win win situation) – konsumen mendapatkan produk unggul yang ramah lingkungan, produsen pun mendapatkan profit yang sesuai yang pada akhirnya akan dikembalikan ke tangan masyarakat secara tidak langsung.
3.4.Strategi Operasi Walmart China dalam Aspek Pembelian,Disribusi dan Ritel
1. Aspek pembelian
Strategi Supply Chain
Wal-Mart selalu menekan biaya pembelian dan menawarkan harga terbaik untuk para pelanggannya. Maka dari itu, barang/persediaan diperoleh langsung dari produsen tanpa perantara. Wal-Mart benar-benar menyeleksi harga-harga dari pemasoknya dan melakukan transaksi jika sepenuhnya yakin bahwa produk dari pemasok tidak tersedia di tempat lain dengan harga yang lebih rendah. Dengan sistem supply chain yang efisien ini dapat mengantarkan Wal-Mart pada status kepemimpinan tertinggi pada tahun 2002.
2. Strategi Distribusi
a.Saturation Strategy
Prinsip strategi ini adalah memasok dari pusat distribusi ke toko-toko yang berada sangat jauh, dalam waktu satu hari. Letak pusat distribusi sangat strategis, di desain untuk mampu menjangkau 150 – 200 toko dalam satu hari, dan satu jangkaua distribusi. Dengan menggunakan belt conveyer dan teknik cross-docking Wal-Mart memasok 85% barang ke toko-tokonya melalui jaringan distribusi mereka sendiri. Saturation strategi di desain untuk mencegah competitor masuk dan mengisi “Kekosongan” stak Wal-Mart sambil menerima barang, pada saat yang bersamaan, mengisi order dari toko Wal-Mart yang lain. Strategi ini sangat efisien dalam menghemat baiaya distribusi, karena juga beroperasi selama 24 jam penuh.
b. Investasi Dalam Transportasi Untuk Kepentingan Distribusi
Dalam melaksanakan saturation strategi-nya, Wal-Mart membutuhkan investasi dalam bentuk transportasi. Wal-Mart memiliki 6.100 truk dan 6.700 pengemudi. Selain itu, sistem network satelit komunikasi Wal-Mart, memudahkan hubungan (Pemesanan dan pembelian stock) dengan supplier sehingga pada saat truk dating untuk mengambil barang, barang telah tersedia full truckload tanpa harus menyimpan di inventori supplier. Hal ini membuat Wal-Mart menghemat inventory cost-nya.
3. Ritel
Wal-Mart adalah ritel yang selalu menerapkan diskon dan selalu berusaha menjual produknya dengan harga semurah mungkin. Masing-masing toko didorong untuk berkompetisi dengan toko lainnya dalam hal jumlah konsumen, sampai akhirnya toko-toko Wal-Mart meraih dominasi di pasar ritel lokal di daerah tersebut.Wal-Mart juga sangat agresif melakukan ekspansi. Strategi ekspansi yang terakhir adalah masuk ke suatu negara, mengambil alih atau membeli ritel-ritel nasional. Setelah dibeli, dirubah menjadi toko-toko Wal-Mart sehingga mendapatkan keuntungan berupa hilangnya kompetitor besar dan tempat strategis sekaligus karyawannya. Ini cara yang efisien dalam penggunaan dana.
Menciptakan kesan baik dan kepuasan pelanggan akan brand Wal-Mart. Ritel ini ingin konsumen mendapatkan image bahwa yang terbaik (murah). Caranya dengan berkomunikasi lewat televisi maupn media cetak. Karakteristik promosi mereka adalah penggunaan toko-toko dan pegawainya sendiri dalam iklan.Wal-Mart melebarkan sayapnya kesektor farmasi dan otomotif. Namun, setelah bertahun tahun dituduh sebagai penyebab dari bergugurannya pedagang-pedagang kecil, belakangan Wal-Mart menerapkan strategi baru, yaitu membantu pedagang-pedagang lokal supaya mampu bersaing
Upaya perubahan image Wal-Mart juga diterapkan pada produk-produk yang dijual. Mereka mulai menjual bahan-bahan organik dan produk ramah lingkungan. Selain itu, mereka juga mengadakan kegiatan-kegiatan amal dan memberikan beasiswa. Sang raja ritel sadar bahwa kini tidak cukup hanya fokus pada harga murah. Upaya-upaya lain juga perlu dilakukan untuk mengubah image perusahaan, memperbaiki kesejahteraan para pekerja, memperbanyak program-program sosial, dan menjalin hubungan baik dengan para pesaingnya. Inilah legenda ritel yang diwariskan oleh Sam Walton yang meninggal pada bulan April 1992.
BAB IV
KESIMPULAN
4.1.Kesimpulan
Wal-Mart merupakan salah satu retailer terbesar di dunia. Wal-Mart yang memiliki tag line “Everyday Low Price” menganggap China adalah negara yang tepat untuk dijadikan sebagai pasar produk-produk Wal-Mart. Wal-Mart memulai operasinya di China pada tahun 1996, Walmart China telah menerapkan Corporate Social Responsibility (CSR) di tiga bidang utama: Pemberdayaan Ekonomi Perempuan, Keselamatan dan Nutrisi Pangan Anak, Keberlanjutan dan Komunitas dalam operasinya secara berkelanjutan.Selain itu Walmart China juga melakukan strategi dalam operasinya dalam Aspek Pembelian,Disribusi dan Ritel sehingga Walmart China mampu bersaing dan bertahan hingga saat ini
DAFTAR PUSTAKA
http://eprints.unisbank.ac.id/1311/1/CORPORATE%20SOCIAL%20RESPONSIBILITY%20DAN%20STRATEGI%20PERUSAHAAN_%20PERSPEKTIF%20PENDEKATAN%20KUALITATIF%20(STUDI%20.pdf
http://www.studymode.com/essays/Wal-Mart-China-Sustainability-948836.html
http://www.studymode.com/essays/Sustainable-Operations-Strategy-1274483.html
http://www.wal-martchina.com/english/index.htm
http://www.wal-martchina.com/english/community/community.htm
http://rezareborn.blogspot.co.id/2016/03/strategi-operasi.html
https://businessenvironment.wordpress.com/2007/03/01/program-corporate-social-responsibility-yang-berkelanjutan/





No comments:
Post a Comment